Posted by: murdanieko on: August 20, 2010
Tau syntax highlighter ndak? Itu loh, fitur yang membantu para programmer yang ngeblog tentang programming, agar bisa menampilkan contoh kode dalam format yang sebenarnya (plain text). Karena salah satu kepinteran WordPress adalah mengubah tanda petik dan beberapa karakter2 khusus lainnya, sehingga pada saat di-publish, source code tersebut tidak muncul sebagaimana mestinya. Jadi, klo ada yang mau kopas kodenya, dijamin salah dan error.
WordPress.com alhamdulillah sudah mengatasi masalah ini dengan fitur syntax highlighter-nya yang lumayan membantu. Beberapa format bahasa yang didukung oleh syntax highlighter WordPress.com adalah:
Cara menggunakannya, tinggal meletakkan kode yang ingin ditampilkan di antara tag <sourcecode language=”css”></sourcecode>. Ganti tanda < dengan [ dan tanda > dengan ]. Kalo parameter language ndak diset, nanti otomatis nilainya adalah text. Lebih lengkap ada di post-nya WordPress sendiri
Posted by: murdanieko on: August 20, 2010
MySQL itu apa? Itu aplikasi database. Database itu apa? Tempat buwat nyimpen data penting dan gak penting .Tapi yang jelas database itu hukumnya wajib bagi situs-situs yang menggunakan server side scripting (bukan hanya file HTML statis). Misalnya kayak WordPress itu, CMS sejuta umat yang bahasa pemrogramannya memakai script PHP. Coba cek WordPress sampeyan, ada databasenya ndak? Kalo ndak ada berarti WordPress sampeyan palsu. Yakin 100% pasti palsu.
Lalu kenapa ada user? Ya karena yang mbikin pengen ada usernya. Untuk mengakses sebuah database, paling ndak harus ada satu buah user yang punya akses ke database tersebut. Dan yang namanya user pada sebuah sistem, pasti ada username dan password. Nah, yang sekarang ini saya mau mendokumentasikan bagaimana cara membuat sebuah user sekaligus database pada MySQL melalui shell access.
Pertama-tama, login lah ke dalam MySQL melalui user root. User root ini beda loh, sama user root untuk Linux/UNIX shell access. Tapi, untuk password default biasanya sama dengan password root Linux.
$ mysql -u root -p
Jangan lupa definisikan hostname jika database MySQL berada pada lokasi berbeda dengan web server (bukan localhost). Sebagai contoh, hostname biasanya diperlukan kalo sampeyan hosting di MediaTemple.
$ mysql -u root -h s88800.gridserver.com -p
Ketika sudah berada pada posisi login MySQL, buatlah sebuah database baru bernama PISANG
mysql> CREATE DATABASE pisang;
Lalu buatlah sebuah user baru MONYET dengan satu baris perintah
mysql> GRANT ALL ON pisang.* TO monyet@localhost IDENTIFIED BY 'newpassword';
GRANT ALL berarti memberikan akses penuh kepada user monyet untuk seluruh perintah MySQL seperti SELECT, UPDATE, DELETE, ALTER, CREATE, TRUNCATE, dll. Kalo ndak mau kasih semuanya, karena pertimbangan keamanan, beri saja perintah GRANT SELECT, UPDATE, ALTER, DELETE sebagai ganti GRANT ALL.
Posted by: murdanieko on: August 4, 2010
Serupa dengan postingan tentang gambar attachment otomatis, untuk kali ini saya menggunakan function satu lagi untuk menampilkan hanya satu buah gambar terakhir dari semua attachment posting tertentu.
<?php
//start thumbimage code
function thumbimage($size=large) {
if ( $images = get_children(array(
'post_parent' => get_the_ID(),
'post_type' => 'attachment',
'numberposts' => 1,
'post_mime_type' => 'image',)))
{
foreach( $images as $image ) {
$attachmenturl=wp_get_attachment_url($image->ID);
$attachmentimage=wp_get_attachment_image( $image->ID, $size );
echo $attachmentimage;
}
} else {
echo "No Image";
}
}
//end thumbimage code
?>
Untuk menarik gambar attachment ke halaman index atau categories, pakai kode ini
<?php thumbimage('large'); ?>
Sesuaikan nilai large dengan ukuran yang dikehendaki (thumbnail, medium, atau large)
Posted by: murdanieko on: December 28, 2009
Buatlah sebuah file baru berisi kode berikut, lalu beri nama seperti allpost.php. Taruh file tersebut di dalam folder template yang sedang digunakan. Login ke admin dashboard, lalu buat page baru. Beri judul “All Time Posts” (atau apapun), kosongkan isi posting, pilih page template allpost.php pada sidebar kanan, lalu Publish.
<?php /* Template Name: All posts */ ?> <?php $debut = 0; //The first article to be displayed ?> <?php while(have_posts()) : the_post(); ?> <h2><?php the_title(); ?></h2> <ul> <?php $myposts = get_posts(‘numberposts=-1&offset=$debut’); foreach($myposts as $post) : ?> <li><?php the_time(‘d/m/y’) ?>: <a href=”<?php the_permalink(); ?>”><?php the_title(); ?></a></li> <?php endforeach; ?> </ul> <?php endwhile; ?>
Posted by: murdanieko on: December 28, 2009
Selain mengganti logo login WordPress, Anda juga bisa mengganti logo “W” yang ada di pojok kiri atas halaman admin. Caranya, sisipkan kode berikut pada function.php. Jangan lupa untuk menaruh logo Anda sendiri pada direktori template yang Anda pakai. Ukuran logo harus 30 x 31 pixel, sesuai dengan ukuran logo WordPress yang tampil.
add_action('admin_head', 'logo_sendiri');
function logo_sendiri() {
echo '
<style type="text/css">
#header-logo { background-image: url('.get_bloginfo('template_directory').'/images/logoku.gif) !important; }
</style>
';
}